| Status Prodi | : | Aktif |
| Perguruan Tinggi | : | Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan |
| Kode Program Studi | : | 32305 |
| Nama Program Studi | : | Teknik Keselamatan Otomotif |
| Tanggal Berdiri | : | 1 Mei 2012 |
| SK Penyelenggaraan | : | 151/E/O/2012 |
| Tanggal SK | : | 2012-05-01 |
| Rasio Dosen : Mahasiswa | : | 1 : 10.3 |
| Alamat | : | JL. Semeru, No. 3, Tegal-Jawa Tengah |
| Kode Pos | : | 52125 |
| Telepon | : | (0283)351061 |
| Faximile | : | (0283)358965, 32075 |
| : | tko_poltran@yahoo.co.id | |
| Website | : | Poltran.ac.id |
| Gelar Lulusan | : | S ST TKO |
| Deskripsi | : | Program studi ini adalah suatu ilmu terapan yang merupakan pengembangan dari disiplin ilmu teknik mesin, teknik elektronika dan teknik otomotif. Saat ini perkembangan dunia otomotif sangat cepat, dengan menggabungkan 4 (empat) disiplin ilmu yaitu ilmu teknik mesin, teknik otomotif, teknik elektronika dan teknik informatika |
| Visi | : | Menjadi program studi vokasi terkemuka pada tahun 2025 di bidang teknik keselamatan otomotif |
| Misi | : | 1. menyelenggarakan pendidikan vokasi bidang teknik keselamatan otomotif yang berkualitas dan inovatif untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi di bidang teknik keselamatan otomotif 2. menyelenggarakan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak secara berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 3. mengintegrasikan pengembangan kepribadian dalam proses pembelajaran dan atau kegiatan ekstra kurikuler 4. menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas |
| Kompetensi Program Studi | : | 1) menguasai manajemen hse (health, safety, and environment) pada lingkungan kerja perusahaan angkutan umum 2) mampu melakukan analisis resiko keselamatan pada rute pelayanan angkutan 3) mampu melakukan manajemen awak kendaraan 4) mampu melakukan ramp check 5) mampu menerapkan pengetahuan teknik sesuai dengan kepribadian pancasila 6) memahami konsep-konsep mesin bensin, mesin diesel kendaraan. 7) memahami konsep-konsep sistem komponen kendaraan bermotor 8) mampu melaksanakan perawatan pada sistem kendaraan bermotor 9) mampu melaksanakan perbaikan sistem kendaraan bermotor 10) memahami pembongkaran komponen sistem kendaraan bermotor kendaraan bermotor 11) memahami perakitan komponen sistem kendaraan bermotor kendaraan bermotor |
Senin, 14 Desember 2015
about TKO
Kamis, 10 Desember 2015
RANCANGAN SIMULASI PALANG PINTU KERETA OTOMATIS UNTUK MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA8535
Maulana fajar nurhadi1, Raffi wahyu kusuma2, Singgih laksana3, Beny dwifa4
1,2,3 Taruna Jurusan D IV Teknik Keselamatan Otomotif,
4Dosen Jurusan D IV Teknik Keselamatan Otomotif,
E-mail : maulana_fajarn@yahoo.com
Intisari−Kereta api merupakan alat transportasi yang terhindar dari kemacetan karena memiliki rutenya sendiri. Alat transportasi ini dilengkapi dengan adanya palang pintu perlintasan yang diletakkan pada tiap perlintasan rel yang dilalui jalan raya, masih ada perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi dengan palang pintu kereta. Tentunya hal ini bisa meningkatkan angka kecelakaan pengguna jalan yang menyeberang rel kereta, dengan adanya permasalahan tersebut maka muncul ide yaitu sebuah rancangan simulasi palang pintu kereta otomatis.
Rancangan simulasi ini dibuat dengan menggunakan enam buah sensor cahaya dan dikendalikan dengan mikrokontroller atmega8535 serta diprogram menggunakan bahasa c. Sensor tersebut akan mendeteksi adanya kereta, jika ada kereta yang akan melintas maka akan ada warning berupa suara dan led hazard menyala sebagai peringatan dini kemudian palang pintu perlintasan kereta akan menutup perlahan ketika di daerah perlintasan bersih dari kendaraan. Pintu akan membuka setelah kereta melewati perlintasan jalan dan kereta terdeteksi oleh sensor yang keenam. Rancangan simulasi alat ini untuk satu jalur kereta dengan dua arah. dengan adanya rancangan simulasi palang pintu perlintasan kereta otomotis ini, tingkat kecelakaan pada perlintasan kereta dengan jalan raya dapat berkurang.
Keywords− Sensor cahaya,mikrokontroller atmega8535, motor, palang pintu, warning buzzer.
I. PENDAHULUAN
Kita seringkali melihat dan mendengar berita tentang kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Salah salu kecelakaan yang sering terjadi adalah kecelakaan pada perlintasan kereta dengan jalan raya dimana tidak ada palang pintu perlintasan kereta. di kabupaten Tegal, dari 75 perlintasan KA, 63 di antaranya belum dilengkapi palang pintu [1]. Penyebab lain adalah karena tidak berfungsinya palang pintu perlintasan kereta. Keterlambatan operator menutup palang pintu juga akan berakibat buruk dan membahayakan pengguna jalan raya. Selain itu kecelakaan pada perlintasan kereta juga disebabkan karena pengguna jalan raya tidak taat peraturan lalu lintas ketika berada di perlintasan kereta [2].
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendesain simulasi palang pintu otomatis di perlintasan kereta yang bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di perlintasan kereta. Rancangan simulasi palang pintu kereta otomatis ini berbasis mikrokontroller atmega8535 dan menggunakan beberapa komponen elektronik seperti warning buzzer, sensor cahaya, motor dan led hazard.
II.TEORI DASAR
A. Mikrokontroller Atmega8535
Mikrokontroller AVR (Alf and Vegard’s Risc processor) memiliki arsitektur 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock. Mikrokontroller AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing). Secara umum, AVR dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan keluarga AT86RFxx [3].
B. Warning Buzzer
Buzzer adalah suatu alat yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara. Pada umumnya digunakan untuk alarm, karena penggunaannya cukup mudah yaitu dengan memberikan tegangan input maka buzzer akan mengeluarkan bunyi. Frekuensi buzzer yang dikeluarkan oleh buzzer yaitu antara 1-5 KHz [4].
C. Sinar Laser
Laser adalah suatu peralatan yang menghasilkan berkas sinar dengan panjang gelombang tertentu atau warna yang bersifat sangat sejajar dan koheren
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan SV UGM 2015 2
[5]. Pada penelitian ini laser berfungsi untuk memancarkan cahaya ke sensor cahaya.
D. Sensor Cahaya
Sensor cahaya yang digunakan pada rancangan simulasi ini adalah LDR. LDR atau Light Dependent Resistor, yaitu resistor yang besar resistensinya bergantung terhadap intensitas cahaya yang menyelimuti permukannya LDR, dikenal dengan banyak nama foto-resistor, foto-konduktor, sel foto-konduktif, atau hanya foto-sel. Dan yang sering digunakan dalam literature adalah foto-resistor atau foto-sel [6]. LDR yang digunakan pada rancangan simulasi ini yaitu LDR yang sudah dimodifikasi agar cahaya yang masuk kepermukaan LDR hanya cahaya yang dikeluarkan oleh sinar laser.
E. Motor
Pada rancangan simulasi ini motor yang digunakan yaitu motor servo merupakan motor yang diatur dan dikontrol menggunakan pulsa. Motor standard ini memiliki tiga posisi yaitu posisi 0 derajat, posisi 90 derajat, dan posisi 180 derajat. Poros motor servo biasanya dihubungkan dengan suatu mekanisme sehingga dapat membuat / mengontrol pergerakan roda depan pada sebuah mobil mainan [7].
F. Led Hazard
LED adalah salah satu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut. LED sendiri terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan. LED dinyatakan sebagai model lampu massa depan karena dianggap dapat menekankan pemanasan global karena efisiensinya [8].
G. LCD (Liquid Crystal Display)
LCD adalah modul penampil yang banyak digunakan karena tampilannya menarik. LCD yang akan digunakan pada penelitian ini adalah layar LCD 2x16-GDML6012A. LCD dengan tampilan 2x16 (2 baris x 16 kolom) ini memiliki konsumsi daya rendah. Modul LCD ini akan dilengkapi dengan mikrokontroller yang mengendalikan tampilan LCD [9].
III. METODE PENELITIAN
Tahapan merancang simulasi sebagai berikut :
1. Mencari sumber literatur yang mendukung untuk memahami konsep dasar terkait palang pintu kereta.
2. Mencari data-data komponen yang mendukung terkait rancangan simulasi.
3. Membuat rangkaian simulasi dengan menggunakan software Proteus ISIS Professional 7.91 SP 1.
4. Membuat program dengan menggunakan software Code Vision AVR.
5. Melihat hasil simulasi yang telah dirancang dengan software Proteus ISIS Professional 7.91 SP 1.
6. Mendesain palang pintu kereta otomatis dengan gambar.
1) Diagram Alur Cara Kerja Simulasi
Gbr. 1 diagram alur cara kerja simulasi
Gbr. 1 merupakan diagram alur cara kerja simulasi agar penulis mudah dalam mebuat rancanganya.
2) Rangkaian Simulasi
Gbr. 2 Simulasi rangkaian palang pintu kereta otomatis
Gbr. 2 merupakan simulasi rangkaian palang pintu otomatis dengan menggunakan software Proteus ISIS Professional 7.91 SP 1. Dalam simulasi ini terdapat beberapa golongan komponen yaitu sensor unit, prosesor unit dan aktuator unit. Tergolong sensor unit dalam simulasi ini yaitu masukan berupa sensor cahaya yang menerima cahaya yang dipancarkan oleh laser dan diproses oleh prosesor unit berupa mikrokontroller
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Terapan SV UGM 2015 3
atmega8535, mikrokontroller atmega8535 ini adalah otak dari komponen yang berfungsi sebagai pengolah data yang diberikan oleh sensor cahaya dan perlu diprogram. Dalam penelitian ini program yang digunakan yaitu dengan software Code Vision AVR.
Gbr. 3 Program dengan software Code Vision AVR
2). Penempatan Sensor
penempatan sensor 1 berada pada 10 meter dari sensor 2,dan sensor 6 berada pada 10 meter dari sensor 5.
penempatan jarak sensor 2 dan sensor 5 terhadap perlintasan ditempatkan sesuai dengan kecepatan rata-rata kereta yang melintas di rel kereta. Jika kecepatan rata-rata kereta 80 km/jam dan waktu yang ditempuh kereta hingga diperlintasan 2 menit maka jarak penempatan sensor yaitu :
s=v.t
s=80 km/jam x 2 menit
=22,22 m/s x 120 s
=2666,67 m
maka penempatan sensor 2 atau sensor 5 berada 2666,67 m dari perlintasan.
3). Palang Pintu Dalam Kedaan Normal
Gbr. 4 keadaan normal pintu terbuka
Gbr. 4 merupakan gambar dimana pada saat palang pintu terbuka sensor 1, sensor 2, sensor 5 dan sensor 6 menerima cahaya yang dipancarkan oleh sinar laser sehingga sensor-sensor tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada kereta yang melintas , sensor 3 dan sensor 4 berfungsi untuk mengindikasikan adanya kendaraan di perlintasan.
4). Palang Pintu Kereta Tertutup
Gbr. 5 palang pintu tertutup
Gbr. 5 merupakan gambar dimana setelah sensor 1 atau sensor 6 mendeteksi keberadaan kereta api, maka sistem akan langsung mengaktifkan led hazard dan warning buzzer setelah kereta melewati sensor 2 atau sensor 5 maka sistem mengaktifkan sensor 3 dan sensor 6 yang berfungsi untuk mendeteksi kendaraan yang ada pada perlintasan. Sistem kerja dari sensor 3 dan sensor 4 mirip dengan sensor yang mendeteksi keberadaan kereta api.
Apabila salah satu sensor mendeteksi keberadaan suatu obyek, yang berarti terdapatnya mobil, motor atau yang lainya, maka sistem selanjutnya palang pintu kereta akan menutup secara perlahan. Waktu menutupnya palang pintu yaitu 4 menit dan selanjutnya system akan melihat sensor 3 dan sensor 4 kembali, untuk memastikan mobil tersebut berasal atau dari arah mana C atau D.
Apabila yang mendeteksi suatu obyek kendaraan adalah sensor 3 maka hal ini menunjukkan bahwa kendaraan bergerak dari arah C menuju ke D. Begitu pula sebaliknya pada sensor 4.
5). Palang pintu membuka
Proses kembali normalnya system adalah proses dimana keseluruhan urutan perintah-perintah sistem kembali ke mode awal yaitu mode dimana system mengaktifkan sensor 1, sensor 2, sensor 4 dan sensor 6 guna mendeteksi keberadaan kereta api tetapi pada keadaan ini sensor 3 dan sensor 4 tidak mempengaruhi membukanya palang pintu.
Urutan proses-proses diatas merupakan proses berjalanya sistem palang pintu kereta otomatis dari proses penutupan sampai proses pembukaan kembali palang pintu kereta. Namun setelah proses-proses tersebut, sistem belumlah kembali ke kondisi normal.
Untuk memulihkan kondisi sistem pada kondisi awal. Sistem mengaktifkan sensor 1,sensor 2 sensor 5 dan sensor 6 kembali. Hal ini berfungsi agar sistem mengetahui apakah kereta yang baru melewati pintu rel kereta api sudah keluar dari daerah pendeteksian sistem atau belum. Jadi palang pintu kereta akan membuka setelah kereta melewati sensor 6 atau sensor 1. Proses ini akan berjalan secara terus-menerus.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
1). Membuat rangkaian simulasi pada software Proteus ISIS Professional 7.91 SP 1.
2). Led hazard dan buzzer akan menyala jika sensor 1 atau sensor 6 mendeteksi adanya kereta sebagai peringatan dini kepada pengguna jalan yang ada di perlintasan.
3). Palang pintu kereta akan menutup jika kereta melewati sensor 2 atau sensor 5 dengan syarat sensor 3 atau sensor 4 tidak mendeteksi pengguna jalan yang berada di perlintasan.
4). Palang pintu akan terbuka kembali setelah kereta melewati sensor 1 atau sensor 6.
5). Mendesain palang pintu kereta otomatis dan tata letak sensor-sensor dengan gambar.
Untuk pengembangannya rancangan simulasi ini bisa diterapkan secara nyata sehingga angka kecelakaan pada perlintasan dapat berkurang.
REFERENSI
[1] www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/14/07/13/n8nqe6-waspadai-perlintasan-ka-di-brebes-dan-tegal.
[2] Firmansyah, Muhammad Subali dan dyah Nur'ainingsih, “palang pintu kereta otomatis dengan indikator suara sebagai peringatan dini berbasis mikrokontroler at89s51,”.
[3] amri, harnan sholichul amri, “sensor uvtron sebagai pendeteksi apipada robot pemadam api berbasis mikrokontroler atmega8535, “, 2010.
[4] atsani umarul arifin, maulana fajar nurhadi, m. beny dwifa, “rancangan simulasi blindspot detector dengan proteus berbasis mikrokontroller atmega16 sebagai perangkat active safety pada kendaraan penumpang,”, bandar lampung, august 28. 2015.
[5] rita agustine, satya wydya yenny, “penggunaan laser pada lesi hiperpigmentasi”
[6] H.Lukman Abdul Fatah M.Si., M.T , Abdul Aziz Effiyatna, “sistem pengendalian cahaya ruangan berbasis mikrokontroler atmega 8535,”.
[7] purwanto, “pengendali motor servo dc standard dengan berbasis mikrokontroler avr atmega8535,” 15 Oktober, 2009.
[8] Ullin Dwi Fajri A1, Unggul Wibawa, Ir., M.Sc.2, Rini Nur Hasanah, Dr., ST., M.Sc.3, “hubungan antara tegangan dan intensitas cahaya pada lampu hemat energi fluorescent jenis sl (sodium lamp) dan led (light emitting diode),”
[9] Pamungkas,Agung Nazar, dkk. “ rancangan simulasi alat antisipasi penggunaan handphone saat mengemudi berbasis mikrokontroller atmega16,” bandar lampung august 28.2015.
Langganan:
Komentar (Atom)